EMAIL: PASSWORD:
Front Office
UPT. PERPUSTAKAAN
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya


Kampus ITS Sukolilo - Surabaya 60111

Phone : 031-5921733 , 5923623
Fax : 031-5937774
E-mail : libits@its.ac.id
Website : http://library.its.ac.id

Support (Customer Service) :
timit_perpus@its.ac.id




Welcome..guys!

Have a problem with your access?
Please, contact our technical support below:
LIVE SUPPORT


Moh. Fandika Aqsa


Davi Wahyuni


Tondo Indra Nyata


Anis Wulandari


Ansi Aflacha




ITS » Undergraduate Theses » Teknik Perkapalan
Posted by anis at 25/11/2008 17:06:30  •  17619 Views


PENGARUH KEDALAMAN DISCONTINUITAS SUBSURFACE TERHADAP EFEKTIVITAS PENDETEKSIAN DENGAN METODE MAGNETIC PARTICLE TEST PADA LOGAM HIGH MAGNETIC PERMEABILITY

THE EFFECT OF SUB-SURFACE DISCONTINUITIES DEPTH ON THE EFFECTIVENESS OF DETECTION USING MAGNETIC PARTICLE TEST METHOD ON HIGH MAGNETIC PERMEABILITY MATERIALS

Author :
Sungkono 




ABSTRAK

Untuk mendeteksi adanya kerusakan atau cacat pada suatu material maka langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pengujian tidak merusak Non Destructive Test - NDT. Salah satu metode pengujian tidak merusak NDT yang sampai saat ini masih efisien dipakai adalah metode Magnetic Particle Test MPT . Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui serta mendeteksi adanya cacat atau kerusakan terutama kerusakan yang berada dibawah permukaan suatu material discontinuitas sub-surface. Dalam tugas akhir ini akan diteliti pengaruh kedalaman discontinuitas sub-surface terhadap efektivitas pendeteksian dengan menggunakan metode Magnetic Particle Test khususnya pada logam yang memiliki high magnetic permeability. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada baja SS 41 yang telah diberikan cacat buatan dengan kedalaman yang bervariasi. Variasi kedalaman dari permukaan yang dibuat adalah 1 mm 1.5 mm 2 mm 2.5 mm 3 mm 4 mm 4.5 mm 5 mm 5.5 mm 6 mm dan 6.5 mm. Kemudian dilakukan pengujian MPT pada sisi bagian luarnya dengan metode Dry Methode dan Wet Methode menggunakan partikel visible dan partikel fluorescent pada arus AC dan DC. Berdasarkan hasil pengujian dan analisa foto makro diketahui bahwa pengujian dengan metode kering arus AC dengan partikel visibel kedalaman discontinuitas maksimal yang masih dapat terlihat adalah 3 mm dari permukaan. Untuk arus DC kedalaman maksimal yang masih terlihat adalah 4 mm dari permukaan. Sedangkan dengan menggunakan partikel fluorescent untuk arus AC kedalaman maksimal adalah 3 mm. Untuk arus DC kedalaman maksimal yang masih terlihat adalah 4 mm. Dengan menggunakan metode basah arus AC dengan partikel visibel kedalaman maksimal yang masih dapat terlihat adalah 3.5 mm. Untuk arus DC kedalaman maksimal yang masih terlihat adalah 4 mm. Sedangkan dengan menggunakan partikel fluorescent untuk arus AC kedalaman maksimal adalah 3 mm. Untuk arus DC kedalaman maksimal adalah 4 mm. Dari hasil foto makro juga diketahui bahwa metode pengujian yang paling efektif digunakan adalah dengan metode kering arus DC dan dengan menggunakan partikel visibel.


ABSTRACT

Non Destructive testing NDT is a method to detect any defect in a material. One of the nondestructive test method is Magnetic Particle Test MPT. MPT is used to detect any discontinuities especially that are located below the surface of the material which are known as sub-surface discontinuities. The purpose of the final project is to examine the visibility of sub-surface defect that related to the effectiveness of the MPT method on a high magnetic permeability material. Using SS 41 steel with artificial subsurface defect that were located 1 mm 1.5 mm 2 mm 2.5 mm 3 mm 3.5 mm 4 mm 4.5 mm 5 mm 5.5 mm and 6.5 mm below the surface this research explored the ability of MPT to detect the defects using visible and fluorescent particles dry and wet methods using AC and DC currents. According to the test results and photographics analysis it was known that dry visible particle combined with AC gave clear indicate of 3 mm subsurface discontinuity while using DC the same particle gave clear indication of discontinuity that was located 4 mm below the surface. Dry fluorescent with AC was able to detect up to 3 mm subsurface depth while using DC was 4 mm. Using wet visible particle with AC the maximum depth which can be detected was 3.5 mm while DC was 4 mm. Switching the particle into wet fluorescent gave maximum indicate of 3 mm below the surface with AC while DC gave 4 mm. The most effective MPT method to detect subsurface discontinuity was achieved by using dry visible particle combined with DC current.



KeywordsNon destructive test ; Magnetic particle test ; Visible magnetic particle ; Fluorescent magnetic particle ; Dry method ; Wet method
 
Subject:  Mekanika terapan
Contributor
  1. Wing Hendroprasetyo A.P, ST, M.Eng
Date Create: 25/11/2008
Type: Text
Format: pdf.
Language: Indonesian
Identifier: ITS-Undergraduate-3100007030172
Collection ID: 3100007030172
Call Number: RSPe 620.112 78 Sun p


Source
Undergraduate theses, DEPARTMENT OF NAVAL ARCHITECT RSPe 620.112 78 Sun p, 2007

Coverage
ITS Community Only

Rights
Copyright @2007 by ITS Library. This publication is protected by copyright and permission should be obtained from the ITS Library prior to any prohibited reproduction, storage in a retrievel system, or transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or likewise. For information regarding permission(s), write to ITS Library




[ Download - Summary ]

ITS-Undergraduate-3100007030172-2431.pdf




 Similar Document...




! ATTENTION !

To facilitate the activation process, please fill out the member application form correctly and completely

Registration activation of our members will process up to max 24 hours (confirm by email). Please wait patiently

POLLING

Bagaimana pendapat Anda tentang layanan repository kami ?

Bagus Sekali
Baik
Biasa
Jelek
Mengecewakan





You are connected from 18.213.192.104
using CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)



Copyright © ITS Library 2006 - 2020 - All rights reserved.
Dublin Core Metadata Initiative and OpenArchives Compatible
Developed by Hassan