EMAIL: PASSWORD:
Front Office
UPT. PERPUSTAKAAN
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya


Kampus ITS Sukolilo - Surabaya 60111

Phone : 031-5921733 , 5923623
Fax : 031-5937774
E-mail : libits@its.ac.id
Website : http://library.its.ac.id

Support (Customer Service) :
timit_perpus@its.ac.id








Welcome..guys!

Have a problem with your access?
Please, contact our technical support below:
LIVE SUPPORT


Taufik Rachmanu


Dewi Eka Agustina


Ansi Aflacha Putri


Tondo Indra Nyata


Aprillia Tri Wulansari


Moh. Fandika Aqsa




! ATTENTION !

To facilitate the activation process, please fill out the member application form correctly and completely
Registration activation of our members will process up to max 24 hours (confirm by email). Please wait patiently

Still Confuse?
Please read our User Guide

Keyword
Mode
Expanded Search (for Free text search only)
 
OR You May Search Our Knowledges Using Google Customize Search :

Custom Search

ITS » Master Theses » Manajemen & Rekayasa Sumber Air S2
Posted by tjuk at 26/12/2006 16:05:14  •  17651 Views


PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL AKIBAT PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI BUNTARAN TERHADAP POLA PEMUKIMAN PETANI TAMBAK GARAM

THE EFFECT OF SOCIAL CHANGE CAUSED BY THE DEVELOPMENT OF BUNTARAN INDUSTRIAL AREA TO SETTLEMENT PATTERN OF SALT LAKE FARMERS IN KELURAHAN BUNTARAN KECAMATAN TANDES KOTA SURABAYA

Created by :
SUHARTO 



SubjectPerubahan Sosial
Keywordekonomi jasa
environment and settlement conservation

Description:

Obyek kasus tesis ini adalah pemukiman petani tambak garam di Kelurahan Buntaran Kecamatan Tandes Kota Surabaya yang sejak tahun 1986 mengalami perubahan terhadap lahan tambak garam produktifnya menjadi kawasan industri yang sangat pesat perkembangannya. Kelompok masyarakat ini sendiri menurut sejarah sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, dan dibatasi oleh lingkungan dan pola pemukiman yang secara jelas dapat dilihat berbeda dengan lingkungan sekitarnya..Perubahan yang sangat cepat menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kecepatan perubahan sosial dengan antisipasi sosial masyarakat, hal ini mengakibatkan tumbuh masyarakat yang secara sosiologis mempunyai ciri-ciri perkotaan tetapi masih tinggal dalam pola pemukiman pedesaaan. Secara empirik akan memunculkan fenomena memudarnya ikatan kekerabatan di kalangan masyarakat, karena masyarakat bukan lagi merupakan masyarakat yang homogen tetapi sudah berubah menjadi masyarakat yang heterogen, berubahnya orientasi masyarakat dari ekonomi jasa kepada ekonomi uang serta mulai berkurangnya sumber-sumber pendapatan bagi masyarakat, serta ketergantungannya kepada alam. Lambat laun kemandirian masyarakat menjadi berkurang, dan ketergantungannya terhadap orang lain menjadi semakin besar. Perubahan orientasi ekonomi jasa menjadi ekonomi uang juga telah menggeserkan fungsi rumah dari sebagai tempat berkumpulnya keluarga (komuniti) dan tempat berlindung menjadi komoditi (dimanfaatkan untuk menghasilkan laba) dan tempat usaha. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan dan faktor dominan antara perubahan sosial akibat pembangunan kawasan industri dengan pola pemukiman petani tambak garam di Kelurahan Buntaran Kecamatan Tandes Kota Surabaya. Untuk melihat hubungan tersebut melalui batasan dan pendekatan administrasi dengan teori model masyarakat prismatik (transisi), pendekatan sosiologis dengan menggunakan teori perubahan sosial, dan aspek fisik dengan menggunakan teori-teori pemukiman dan pengembangan wilayah. Instrumen utama yang dipakai dalam pembuktian korelasi secara statistik adalah angket dengan menggunakan teknik kuesioner dengan mengukur perubahan jawaban responden yang diperoleh dari penjabaran definisi operasional dari masing-masing indikator. Sedangkan dalam analisis deduksi yang berupa evaluasi dan penafsiran menggunakan teknik observasi dengan instrumen format observasi, teknik wawancara dengan instrumen pedoman wawancara, dan teknik dokumentasi dengan instrumen dokumenter. Dalam penelitian ini yang dijadikan unit analisis untuk pengujian statistik adalah keluarga dengan responden kepala keluarga yang memiliki rumah. Penentuan jumlah responden dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling sebanyak 50 orang dari 159 populasi. Sedangkan untuk pengujian secara deduktif selain menggunakan responden diatas juga melakukan wawancara dengan beberapa responden yang berhubungan dengan tujuan penelitian ini. Sehingga dengan demikian nasil data dan informasi yang diperoleh merupakan representasi dari populasi. Secara nyata telah diperlihatkan oleh fakta empirik bahwa terdapat korelasi positif antara variabel perubahan sosial dengan pola pemukiman petani tambak garam dan pada taraf uji α=0,05 terdapat korelasi positif dan signifikan sebesar 0,9282-Sedangkan determinasinya sebesar 85,93%. Secara deduktif mengandung arti bahwa variasi yang terjadi pada perubahan pola pemukiman petani tambak garam diterangkan oleh variabel perubahan sosial sebesar 85,93%. Oleh karena itu perubahan-perubahan yang terjadi pada pola pemukiman petani tambak garam sangat ditentukan oleh perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat petani tambak garam. Semakin cepat perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat sebagai akibat pembangunan kawasan industri, maka akan semakin cepat pula perubahan pola pemukiman, sehingga upaya pengembangan wilayah khususnya di wilayah Kelurahan Buntaran harus dilakukan dengan perencanaan dan penataan ruang yang memadukan pembangunan kawasan industri dengan pembangunan pemukiman sebagai suatu kawasan yang integral melalui pendekatan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kedua kawasan, pemenuhan kebutuhan dasar serta konservasi lingkungan dan pemukiman. Sedangkan Sumbangan terbesar dari adanya korelasi antara perubahan sosial dengan perubahan pola pemukiman sebagai faktor dominan berasal dari indikator ikatan kekerabatan yang berkorelasi positif dengan indikator kondisi pemukiman sebesar 0,56 dengan nilai determinasi sebesar 31,36%. Dengan demikian jika masyarakat petani tambak garam mengalami perubahan sosial khususnya ikatan kekerabatannya akibat pembangunan kawasan industri maka hendaknya diimbangi dengan upaya penguatan kelembagaan masyarakat dan pengembangan pemukiman yang lebih baik. Jika tidak maka akan terjadi kesenjangan yang akan merugikan masyarakat sekitar kawasan industri dan para pengembang sendiri. Atas dasar hal tersebut di atas maka diusulkan agar perlunya mengklasifikasikan kelurahan sebagai bentuk pemukiman yang merupakan indikator untuk memberikan gambaran mengenai tingkat perkembangan pemukiman di tingkat kelurahan dan dikaitkan dengan klasifikasi organisasi pemerintah kelurahan yang seharusnya juga turut berkembang seirama dengan perkembangan masyarakatnya. Karena klasifikasi organisasi pemerintah kelurahan sebelumnya hanya didasarkan kepada kebutuhan pegawai (pola minimal dan maksimal) yang tidak mencerminkan perkembangan masyarakatnya. Klasifikasi ini didasarkan kepada beban kerja yang harus dipikul oleh sebuah organisasi pemerintah kelurahan mengikuti perkembangan pemukiman dan masyarakatnya. Beban kerja tersebut ditentukan oleh aspek-aspek dan indikator-indikator sebuah pemukiman yang berkembang. Dan yang lebih penting adalah perlunya membuat perencanaan dan penataan ruang di tingkat kelurahan Buntaran sebagai upaya untuk memadukan kawasan pemukiman dan kawasan industri sebagai kawasan yang integral serta untuk mengantisipasi munculnya pemukiman yang tumbuh secara tidak terkendali. Hal ini mengingat masih banyaknya lahan-lahan yang masih berupa tambak garam yang tidak dimanfaatkan.


Alt. Description

The Objective of this research is intended to prove the correlation and dominant factor between social change caused by the development of industrial area with the settlement pattern of salt lake farmers in Kelurahan Buntaran, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya through limitation and administrative, sociological, and physical aspect approach. There are two variables will be measured in this research. The first variable is the degree of social change caused by the development of industrial area with the indicators as follow : kinship change in the community, the second variable is the settlement pattern change of salt lake farmers with three indicators as follow : settlement condition change , settlement pattern change and the change of the settlement arrangement pattern of salt lake farmers. Polling is used as the main instrument to prove the correlation statistically. It is applied through questionnaire by measuring the respondent answer change which are gotten from the operational definition in each indicators. Meanwhile the deductive analysis of evaluation and interpretation are conducted through several techniques by using some instrument needed as follow : observation format instrument is used in observation technique, guided interview instrument is used in interview technique and documenter instrument is used in documentation technique. Family become the unit statistical analysis of this research, while, the research respondent is the head family who own house. Then, the proportional random sampling is used to get the sample. Thus the number of respondents taken is 50 person from 159 of population. In addition, conducting Interview is applied for gaining the supporting data that will be analyzed deductively. The interview is conducted both with the respondent above and also with some respondents related to this research so the data result and information collected will representative as well. Empirically showed that there was a positive correlation between a social change and the settlement pattern of salt lake farmers. That detail finding were α=0,05, by the significances of 0,9282 and the determination was 85,93%. Deductively means that the variety changes in the settlement pattern of salt lake farmers have been explained by the social change variable of 85,93%. Therefore the change s of settlement patterns in the society of salt lake farmers was really affected by the social changes. The faster social change happened, the faster also settlement pattern changed. Thus the development area in kelurahan Buntaran needs a planning and space arrangement. This effort is to combine the development of industrial area with the settlement construction as an integral area through economic growth approaches in that both areas, fulfillment of primary need, environment and settlement conservation. Based on the research result indicated that the kinship indicator is the dominant factor which influenced the changes in the settlement pattern the positive correlation showed 0,56 by the determination of 31,36%. It means that kinship industrial area as a matter of fact. It is suggested to keep in balance the empowerment social institution and better settlement development, unless it will cause a gap, which harms the society and developers themselves. Ay last, making planning and space arrangement in Kelurahan Buntaran is really needed as an effort to combine settlement with industrial area as an integral area to anticipate the development of settlement unpredictably. This is important because there are still many unused lakes there.

Contributor:
  1. Dr. Ir. Herbasuki Wibowo, MUP.
    Ir. Nanang Setiawan, SE, MS.
Date Create:26/12/2006
Type:Text
Format:pdf, 103 pages
Language:Indonesian
Identifier:ITS-Master-3100003018397
Collection ID:310003017837
Call Number:303.4 Suh p


Source :
Theses Water Resources Management RT 303.4 Suh p, 2002

Coverage :
ITS Community

Rights :
Copyright @2002 by ITS Library. This publication is protected by copyright and permission should be obtained from the ITS Library prior to any prohibited reproduction, storage in a retrievel system, or transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or likewise. For information regarding permission(s), write to ITS Library


Publication URL :
http://digilib.its.ac.id/pengaruh-perubahan-sosial-akibat-pembangunan-kawasan-industri-buntaran-terhadap-pola-pemukiman-petani-tambak-garam-283.html




[ Free Download - Free for All ]

...No Files...

[ FullText Content - Please, register first ]

...No Files...



Give your Comment here...


 10 Similar Document...



 10 Related Document...

     No related subject found !




HELP US !
You can help us to define the exact keyword for this document by clicking the link below :

and , conservation , ekonomi , ekonomi jasa , environment , environment and settlement conservation , jasa , settlement



POLLING

Bagaimana pendapat Anda tentang layanan repository kami ?

Bagus Sekali
Baik
Biasa
Jelek
Mengecewakan




52701484


Visitors Today : 1
Total Visitor : 2515777

Hits Today : 30251
Total Hits : 52701483

Visitors Online: 1


Calculated since
16 May 2012

You are connected from 10.199.13.5
using CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)


ITS Digital Repository Feeds



Copyright © ITS Library 2006 - 2014 - All rights reserved.
Dublin Core Metadata Initiative and OpenArchives Compatible
Developed by Hassan