EMAIL: PASSWORD:
Front Office
UPT. PERPUSTAKAAN
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya


Kampus ITS Sukolilo - Surabaya 60111

Phone : 031-5921733 , 5923623
Fax : 031-5937774
E-mail : libits@its.ac.id
Website : http://library.its.ac.id

Support (Customer Service) :
timit_perpus@its.ac.id




Welcome..guys!

Have a problem with your access?
Please, contact our technical support below:
LIVE SUPPORT


Moh. Fandika Aqsa


Davi Wahyuni


Tondo Indra Nyata


Anis Wulandari


Ansi Aflacha




ITS » Undergraduate Theses » Statistika
Posted by system at 09/04/2010 15:50:49  •  1833 Views


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN KONSUMSI MAKANAN BERPROTEIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI TOBIT

ANALYSIS OF FACTORS EFFECTING CONSUMPTION EXPENDITURE PROTEIN FOODS BY USING THE METHOD OF TOBIT REGRESSION

Author :
UFI LAILY ( 1305100044 )




ABSTRAK

Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak terlepas dari salah satu faktor yaitu faktor kesehatan. Salah satu indikator kesehatan adalah pemenuhan protein. Hal ini disebabkan karena fungsi protein sebagai zat pembangun yang menggantikan sel-sel yang mati dan habis terpakai pada saat pertumbuhan. Sangat penting mengetahui karakteristik rumahtangga yang menyediakan pengeluaran untuk konsumsi makanan berprotein dan faktor-faktor yang berpengaruh guna mempermudah pengendalian kualitas protein dalam rumah tangga. Kecukupan konsumsi protein dapat dilihat melalui pengeluaran untuk konsumsi sumber-sumber protein. Sumber protein yang sangat dikenal oleh masyarakat antara lain susu daging dan telur. Beragamnya nilai pengeluaran untuk dan tidak sedikit rumah tangga yang tidak menganggarkan pengeluaran untuk pembelian maka didapatkan data yang memiliki dua skala yang berbeda. Data campuran ini dapat disebut sebagai data tersensor. Adanya data campuran maka metode yang disarankan adalah metode regresi tobit. Pada penelitian ini digunakan data sekunder hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional provinsi Jawa Timur tahun 2006. Dengan jumlah sampel sebanyak 29.950 rumah tangga. Variabel respon yang digunakan adalah pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi protein konsumsi daging konsumsi susu dan konsumsi telur. Sedangkan variabel prediktor terdiri dari jumlah anggota rumah tangga tingkat pendidikan tertinggi kepala rumah tangga lapangan pekerjaan usia proporsi pengeluaran untuk konsumsi ikan udang cumi kerang kacang-kacangan tembakau dan sirih proporsi pengeluaran makanan dan rata-rata pengeluaran per kapita. Variabel kendali terdiri dari variabel wilayah tempat tinggal dan jenis rumah tangga. Hasil deskriptif didapatkan keterangan bahwa rumah tangga di perkotaan lebih banyak yang mengeluarakan pengeluaran untuk konsumsi protein daging dan telur daripada rumah tangga di pedesaan. Sedangkan hasil pemodelan secara serentak pada pengeluaran untuk konsumsi protein daging susu dan telur didapatkan keterangan bahwa setiap pemodelan memiliki variabel signifikan yang berbeda-beda dan terdapat tiga variabel signifikan secara bersama pada 16 model persamaan tersebut. Berdasarkan wilayah tempat tinggal di pedesaan diperoleh keterangan bahwa variabel-variabel yang signifikan adalah jumlah anggota usia proporsi pengeluaran untuk konsumsi ikanudang cumikerang kacang-kacangan tembakau dan sirih dan pengeluaran perbulan perkapita. Sedangkan data di perkotaan variabel yang signifikan adalah jumlah anggota proporsi pengeluaran untuk konsumsi tembakau dan sirih pengeluaran perbulan perkapita. Berdasarkan jenis rumah tangga maka diperoleh keterangan bahwa variabel yang signifikan pada data rumah tangga miskin adalah jumlah anggota umur proporsi pengeluaran untuk konsumsi tembakau dan sirih serta pengeluaran perbulan perkapita. Variabel yang signifikan pada non rumah tangga miskin adalah jumlah anggota pendidikan proporsi pengeluaran untukproporsi pengeluaran makanan dan rata-rata pengeluaran per kapita. Variabel kendali terdiri dari variabel wilayah tempat tinggal dan jenis rumah tangga. Hasil deskriptif didapatkan keterangan bahwa rumah tangga di perkotaan lebih banyak yang mengeluarakan pengeluaran untuk konsumsi protein daging dan telur daripada rumah tangga di pedesaan. Sedangkan hasil pemodelan secara serentak pada pengeluaran untuk konsumsi protein daging susu dan telur didapatkan keterangan bahwa setiap pemodelan memiliki variabel signifikan yang berbeda-beda dan terdapat tiga variabel signifikan secara bersama pada 16 model persamaan tersebut. Berdasarkan wilayah tempat tinggal di pedesaan diperoleh keterangan bahwa variabel-variabel yang signifikan adalah jumlah anggota usia proporsi pengeluaran untuk konsumsi ikanudang cumikerang kacang-kacangan tembakau dan sirih dan pengeluaran perbulan perkapita. Sedangkan data di perkotaan variabel yang signifikan adalah jumlah anggota proporsi pengeluaran untuk konsumsi tembakau dan sirih pengeluaran perbulan perkapita. Berdasarkan jenis rumah tangga maka diperoleh keterangan bahwa variabel yang signifikan pada data rumah tangga miskin adalah jumlah anggota umur proporsi pengeluaran untuk konsumsi tembakau dan sirih serta pengeluaran perbulan perkapita. Variabel yang signifikan pada non rumah tangga miskin adalah jumlah anggota pendidikan proporsi pengeluaran untuk konsumsi kacangkacangan tembakau dan sirih proporsi pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran perbulan perkapita. konsumsi kacangkacangan tembakau dan sirih proporsi pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran perbulan perkapita.


ABSTRACT

Improving the quality of human resources cannot be separated from the health factor. One of the health indicators is the fulfillment of the protein. This is because the protein functions as a building material replacing cells that die and used up during growth. It is important to know the characteristics of household consumption expenditure for providing protein foods and the factors that influence to facilitate the protein quality control in the household. Adequacy of protein consumption can be seen through the expenditure for the consumption of protein sources. Source of protein is known by the public include milk meat and eggs. The diversity value for the expenditure and not a few households that are not budgeted expenditure for the purchase of the data obtained with two different scales. This mixture of data can be referred to as censored data. The existence of the mixed data suggested method is Tobit regression method. In this study used secondary data of the National Economic and Social Survey of East Java province in 2006. With the number of sample size is 29.950 households. Response variable used is household expenditure for consumption of protein consumption of meat consumption of milk and egg consumption. Meanwhile predictor variables consisted of number of household members the highest educational level of household head employment age the proportion of expenditure on consumption of fish shrimp squid shellfish nuts tobacco and betel the proportion of food expenditure and average expenditure per capita. Variable control is variable region and type of residential households. Descriptive results obtained information that the urban households are more protein consumption expenditure meat and eggs than in rural households. While the modeling results simultaneously on consumption expenditure for protein meat milk and eggs obtained information that each variable modeling has significantly different and there are three significant variables with the model of equation 16. Based on residential areas in the country obtained information that the variables are significant is the number of members age the proportion of expenditure on consumption of fish shrimp squid shellfish nuts tobacco and betel and per capita monthly expenditure. While urban areas data the significant variable is the number of members the proportion of expenditure for tobacco and betel consumption per capita monthly expenditure. Based on the types of households obtained information that the significant variables in the data of poor households is the number of members age the proportion of expenditure for the consumption of tobacco and betel and the per capita monthly expenditure. Significant variable in the non-poor households is the number of members education the proportion of expenditure for consumption of nuts tobacco and betel the proportion of expenditure for food and per capita monthly expenditure.



KeywordsTobit regression; proteinís food; censored data; household expenditure; protein foods.
 
Subject:  Analisis regresi
Contributor
  1. Dr. Dra. Ismaini Zain, M.Si
Date Create: 26/01/2010
Type: Text
Format: pdf
Language: Indonesian
Identifier: ITS-Undergraduate-3100010038371
Collection ID: 3100010038371
Call Number: RSSt 519.536 Lai a


Source
Undergraduate Theses, Statistics, RSSt 519.536 Lai a, 2010

Coverage
ITS Community

Rights
Copyright @2010 by ITS Library. This publication is protected by copyright and per obtained from the ITS Library prior to any prohibited reproduction, storage in a re transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, reco For information regarding permission(s), write to ITS Library




[ Download - Open Access ]

  1.  ITS-Undergraduate-9306-Abstract_id.pdf - 8 KB
  2.  ITS-Undergraduate-9306-Abstract_en.pdf - 9 KB
  3.  ITS-Undergraduate-9306-Conclusion.pdf - 6 KB
  4.  ITS-Undergraduate-9306-Paper.pdf - 1637 KB




 Similar Document...




! ATTENTION !

To facilitate the activation process, please fill out the member application form correctly and completely

Registration activation of our members will process up to max 24 hours (confirm by email). Please wait patiently

POLLING

Bagaimana pendapat Anda tentang layanan repository kami ?

Bagus Sekali
Baik
Biasa
Jelek
Mengecewakan





You are connected from 23.20.133.92
using CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)



Copyright © ITS Library 2006 - 2016 - All rights reserved.
Dublin Core Metadata Initiative and OpenArchives Compatible
Developed by Hassan